Internasional
Beranda / Internasional / Iran Cari Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas, Nama Mojtaba Menguat

Iran Cari Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas, Nama Mojtaba Menguat

Iran Cari Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas, Nama Mojtaba Menguat
Iran Cari Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas, Nama Mojtaba Menguat

TIZENESIA.COM – Ulama Iran memberi sinyal bahwa pengumuman pemimpin tertinggi baru akan segera dilakukan untuk menggantikan Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.

Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat. Salah satunya adalah Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, yang disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

Majelis Pakar Bahas Pengganti Khamenei

Tokoh berpengaruh di Majelis Pakar, Mohammad Mehdi Mirbagheri, mengatakan proses penunjukan pengganti Khamenei harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan penolakan di internal.

Majelis Pakar yang beranggotakan 88 ulama saat ini tengah berembuk untuk menentukan sosok yang akan memimpin Iran.

“Suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk, tetapi pada saat yang sama beberapa hambatan harus dihilangkan, yang kami harapkan akan segera terjadi,” ujar Mirbagheri dalam video yang dirilis kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

60 Negara Kecam Serangan di Lebanon, 3 Pasukan Perdamaian Indonesia Tewas

Sementara itu, ulama ultra-konservatif yang mewakili kota suci Syiah Mashhad di Majelis Pakar, Ahmad Alamolhoda, menegaskan bahwa sosok pemimpin baru sebenarnya telah dipilih.

Menurutnya, kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari sekretariat Majelis Pakar.

“Pemilihan pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah ditentukan. Semua rumor bahwa Majelis Pakar belum mengambil keputusan adalah kebohongan belaka,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengumuman tersebut berada di tangan sekretaris Majelis Pakar, Ahmad Hosseini Bushehri.

Majelis Pakar sendiri merupakan lembaga yang memiliki kewenangan menunjuk pemimpin tertinggi Iran sesuai dengan Pasal 111 Konstitusi Iran.

Iran Tahan Hormuz, Israel Gempur Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

Kriteria Pemimpin Baru Iran

Anggota senior Dewan Penjaga Konstitusi Iran, Abbas Kaabi, mengungkap bahwa semasa hidupnya, Ali Khamenei tidak pernah menunjuk secara langsung siapa yang akan menjadi penerusnya.

Menurut Kaabi, Khamenei hanya memberikan kriteria mengenai sosok pemimpin masa depan Iran.

Kriteria tersebut antara lain memiliki integritas finansial, kesetiaan terhadap prinsip Revolusi Islam 1979, serta memiliki sikap tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Respons Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut menanggapi rencana Iran yang akan segera mengumumkan pemimpin tertinggi baru.

Trump bahkan menyatakan bahwa sosok yang terpilih harus mendapatkan persetujuan dari Amerika Serikat.

Usai Iran, Donald Trump Singgung Kuba sebagai Target Berikutnya

“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump.

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” lanjutnya.

Trump menambahkan bahwa dirinya tidak ingin pemerintahan Iran ke depan kembali pada kebijakan yang menurutnya berpotensi memperburuk konflik, termasuk terkait pengembangan senjata nuklir.

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Konflik ini juga berdampak pada sektor energi global. Iran diketahui menutup jalur strategis Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan LNG dari Timur Tengah ke Asia, Afrika, dan Eropa.

Selain itu, ketegangan di kawasan juga menyebabkan gangguan pada sejumlah penerbangan internasional menuju wilayah Timur Tengah.