Internasional
Beranda / Internasional / AS dan Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Tehran dan Kota-Kota Besar — Indonesia Serukan Dialog dan Tawarkan Mediasi

AS dan Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Tehran dan Kota-Kota Besar — Indonesia Serukan Dialog dan Tawarkan Mediasi

TIZENESIA – Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran dalam operasi yang diberi nama sandi Operation Shield of Judah oleh pihak Israel dan Operation Epic Fury oleh Departemen Pertahanan AS. Serangan yang dimulai sekitar pukul 09.45 waktu Tehran ini memicu ledakan-ledakan besar di ibu kota Tehran serta sejumlah kota strategis lainnya, termasuk Qom, Isfahan, Kermanshah, Tabriz, dan Karaj.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melalui pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa Israel telah meluncurkan serangan yang disebutnya sebagai langkah preemptif untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Presiden AS Donald Trump menyusul dengan mengonfirmasi keterlibatan militer Amerika, menyebutnya sebagai operasi tempur besar. Dalam unggahan di Truth Social, Trump juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran bahwa tujuan operasi ini adalah memberi mereka kesempatan mengambil kembali kendali atas negaranya.

Di antara sasaran serangan terdapat kawasan kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta istana kepresidenan di Tehran. Tujuh misil dilaporkan menghantam kawasan tersebut, meskipun kondisi Khamenei belum dapat dikonfirmasi secara resmi. Sumber-sumber keamanan yang dikutip Reuters menyebutkan beberapa komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat pemerintah Iran tewas dalam serangan tersebut.

Mengantisipasi serangan balasan, Israel memberlakukan status darurat nasional penuh di seluruh wilayahnya, menutup ruang udara bagi penerbangan sipil, serta menutup sekolah dan fasilitas umum non-esensial. Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel, dan warga diminta tetap berlindung di tempat aman.

Iran Membalas, Kawasan Teluk Terdampak

Iran Cari Pemimpin Baru Usai Khamenei Tewas, Nama Mojtaba Menguat

Tidak lama setelah serangan dimulai, Iran melancarkan gelombang balasan menggunakan rudal balistik dan drone yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Sirene serangan udara berbunyi di Bahrain, yang menjadi markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS. Selain itu, ledakan juga dilaporkan terjadi di Abu Dhabi (UEA), Kuwait, dan kawasan Al Udeid di Qatar. AS Kedutaan di Qatar memerintahkan seluruh staf berlindung di tempat. Di Irak, sebuah situs yang terasosiasi dengan milisi Syiah pro-Iran di kawasan Jurf al-Sakhr turut diserang, menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya.

Iran menutup ruang udaranya sendiri dan memutus layanan telepon seluler di bagian timur dan barat Tehran. Dewan Keamanan Iran menginstruksikan warga di Tehran dan kota-kota besar lainnya untuk tetap berada di lokasi perlindungan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Latar Belakang: Eskalasi yang Telah Lama Dibangun

Serangan ini merupakan babak lanjutan dari ketegangan yang sudah berlangsung lama. Ini adalah serangan kedua yang dilakukan pemerintahan Trump terhadap Iran, setelah serangan pertama pada Juni 2025. Pada bulan Desember 2025, gelombang protes besar-besaran melanda Iran, dipicu oleh krisis ekonomi dan keruntuhan nilai mata uang rial, yang berkembang menjadi gerakan paling masif sejak Revolusi 1979. Iran menindak keras para demonstran.

Pada 27 Februari 2026 — sehari sebelum serangan — putaran ketiga perundingan tidak langsung nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung di Jenewa. Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi. Namun Trump menyatakan Iran menolak setiap peluang untuk mencapai kesepakatan.

Usai Iran, Donald Trump Singgung Kuba sebagai Target Berikutnya

Respons Indonesia: Serukan Perdamaian, Tawarkan Mediasi Presiden Prabowo

Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons situasi ini. Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi X pada Sabtu (28/2) menyatakan sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berdampak pada eskalasi militer di kawasan, serta menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

Lebih jauh, Indonesia menyatakan siap memfasilitasi dialog dan menegaskan kembali pentingnya menghormati kedaulatan serta integritas wilayah setiap negara. Bahkan, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi.

Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan KBRI Tehran telah mengonfirmasi terjadinya serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat, dan KBRI kini memprioritaskan komunikasi intensif dengan WNI yang berada di Iran.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan darurat, Kemlu RI membuka hotline KBRI Tehran di nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889, dan Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027.

Darurat Higiene MBG Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Tuntut Bupati Copot Pengelola Bermasalah Dan Usut Tuntas Dugaan Gratifikasi

Situasi Masih Berkembang

Maskapai penerbangan internasional telah membatalkan penerbangan ke kawasan tersebut. Komunitas internasional, termasuk Rusia dan sejumlah negara Eropa, menyerukan penghentian segera permusuhan dan kembali ke meja perundingan. Situasi di kawasan Timur Tengah terus berkembang dengan cepat.