TIZENESIA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato bernada tegas saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).
Secara berapi-api, ia menyampaikan masa lalu bangsa Indonesia yang pernah dijajah bangsa asing selama ratusan tahun dan ditempatkan begitu rendah.
“Saya merasa hal ini harus saya sampaikan dari eksekutif kepada legislatif dan pimpinan lembaga tinggi negara,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan para pendiri bangsa telah memiliki pandangan jauh ke depan mengenai pengelolaan ekonomi negara. Menurutnya, para tokoh pendiri bangsa memahami secara langsung dampak penjajahan karena pernah mengalami penghinaan, eksploitasi, hingga perampasan martabat bangsa.
“Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing,” ucapnya.
Prabowo juga menilai kekayaan Nusantara selama ratusan tahun diambil oleh bangsa lain untuk memperkaya negara mereka sendiri. Namun demikian, ia menegaskan tidak mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kebencian terhadap negara lain.
“Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapa pun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain, tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar tapi juga kita belajar dari sejarah,” tandas dia.

