News
Beranda / News / Mengurai Benang Kusut Setahun Pemerintahan: Refleksi di Flyover Pettarani Makassar

Mengurai Benang Kusut Setahun Pemerintahan: Refleksi di Flyover Pettarani Makassar

Aksi mahasiswa Refleksi 1 Tahun Prabowo-Gibran
Aksi mahasiswa Refleksi 1 Tahun Prabowo-Gibran

Siaga 2.278 Personel! Aksi Mahasiswa Makassar Warnai Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

TIZENESIA, MAKASSAR – Menjelang genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2025, gelombang suara kritis bergema dari Kota Makassar. Ribuan mahasiswa bersiap menggelar unjuk rasa besar-besaran sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja pemerintah, dengan pengamanan ketat yang melibatkan lebih dari 2.000 personel kepolisian.

Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen mahasiswa ini merupakan bentuk refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dilantik pada 20 Oktober 2024. Para pengunjuk rasa menilai masih banyak janji kampanye yang dinilai belum terealisasi.

Isu-isu krusial yang disorot mencakup:

  • Kesejahteraan rakyat yang dinilai belum optimal.
  • Penegakan hukum yang dianggap belum maksimal.
  • Dinamika demokrasi yang menjadi perhatian.

Siaga Maksimal: Pengamanan 2.278 Personel Gabungan

Mengantisipasi aksi, kepolisian melakukan persiapan tidak tanggung-tanggung. Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, mengonfirmasi kesiapan 2.278 personel gabungan dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, dan Brimob Polda Sulsel.

“Berkaca pada peristiwa demo yang berujung ricuh sebelumnya, kami kali ini mendapatkan perbantuan pengamatan dari Polres Gowa, Maros, dan Pangkep,” ujar Wahid, Senin (20/10/2025).

Tak Wajib, Tapi Dianjurkan: Skema WFH Baru untuk BUMN dan Swasta

Titik Rawan dan Imbauan untuk Masyarakat

Personel disiagakan di titik-titik yang diprediksi menjadi pusat keramaian:

  1. Flyover Jalan AP Pettarani (diprediksi sebagai titik paling rawan dan titik kumpul).
  2. Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
  3. Beberapa kantor pemerintahan lainnya.
  4. Area sekitar kampus-kampus.

Kepada masyarakat, Wahid mengimbau untuk menghindari titik-titik rawan tersebut guna mengantisipasi kemacetan. “Kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, kalau memang seandainya terjadi aksi unjuk rasa di titik misalnya flyover, mudah-mudahan dihindari saja,” tuturnya.

Pesan untuk Pengunjuk Rasa: Menghargai Kepentingan Bersama

Wahid juga menyampaikan pesan khusus kepada para mahasiswa. Ia mengingatkan agar aksi berlangsung tertib dan tidak menutup seluruh badan jalan.

“Kemudian kalau seandainya kita di sini untuk melaksanakan pengamanan, tentu kita memberikan ruang, memberikan jalan bagi pengguna jalan,” tambahnya. “Karena semua masing-masing punya kepentingan. Saya kira tentu kita menghargai juga pengguna jalan, supaya bisa berjalan lancar dengan aman sampai di tujuan.”

Dengan pengamanan yang masif dan tensi politik yang menyertai evaluasi satu tahun pemerintahan, aksi di Makassar ini menjadi sorotan nasional, mencerminkan dinamika demokrasi yang hidup di tengah masyarakat.

KOBAR Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan: Diduga Sabotase Program Nasional MBG di Bontotiro Melalui Sertifikat ‘Kandang Ayam’